<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sahril</title>
	<atom:link href="http://sahrilgunawan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sahrilgunawan.wordpress.com</link>
	<description>Wawai Hati</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Dec 2008 06:41:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sahrilgunawan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sahril</title>
		<link>http://sahrilgunawan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sahrilgunawan.wordpress.com/osd.xml" title="Sahril" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sahrilgunawan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>RENUNGAN</title>
		<link>http://sahrilgunawan.wordpress.com/2008/12/22/renungan/</link>
		<comments>http://sahrilgunawan.wordpress.com/2008/12/22/renungan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 06:36:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahril</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wise Word]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahrilgunawan.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Ego Akhirat Anak Adam Dirimu, dirimu Dirimu hanya satu Kalau dia selamat, selamatlah engkau Kalau dia binasa, binasalah engkau Dan orang-orang yang selamat tak dapat menolongmu Dan tiap-tiap nikmat yang bukan surga adalah lama Dan tiap-tiap bala bencana yang bukan neraka, mudah (Hasan Al &#8211; Bashri) Saudaraku, di tengah jenak-jenak kehidupan yang keras, menggoda dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahrilgunawan.wordpress.com&amp;blog=4120368&amp;post=57&amp;subd=sahrilgunawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ego Akhirat</strong></p>
<p><strong><em>Anak Adam</em></strong></p>
<p><strong><em>Dirimu, dirimu</em></strong></p>
<p><strong><em>Dirimu hanya satu</em></strong></p>
<p><strong><em>Kalau dia selamat, selamatlah engkau</em></strong></p>
<p><strong><em>Kalau dia binasa, binasalah engkau</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan orang-orang yang selamat tak dapat menolongmu</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan tiap-tiap nikmat yang bukan surga adalah lama</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan tiap-tiap bala bencana yang bukan neraka, mudah (Hasan Al &#8211; Bashri)</em></strong></p>
<p>Saudaraku, di tengah jenak-jenak kehidupan yang keras, menggoda dan melenakan, mari dengan segenap kejernihan pikiran dan akal, kita renungi bait demi bait syair di atas. Saudaraku, mungkin kita telah terlalu asyik &#8220;<em>bercumbu</em>&#8221; dengan dunia. Bercinta dengan segala fatamorgananya yang menipu dan menjebak. Kelalaian yang membuat kita lupa akan eksistensi dan hakikat diri : siapa kita, dari mana berasal, dan kemana muara kehidupan ini akan berakhir dan dipertanggungjawabkan. Di hari kiamat kelak para Nabi dan Rasul kecuali Rasulullah SAW tidak memiliki hak untuk memberi syafaat pada orang lain. Lalu mengapa kita yang hanya &#8220;<em>secuil dzarrah</em>&#8221; ini dan tidak memiliki daya apapun sering lupa diri??? Sesungguhnya apapun jabatan dan posisi kita di dunia ini, akhirnya setiap kita akan mempertanggungjawabkan semuanya di hadapan Allah SWT. &#8221; <em><strong>Dan tidaklah bagi manusia itu, kecuali baginya apa (Amal Shalih) yang dikerjakannya&#8221; (QS; An-Najm : 39</strong></em>).</p>
<p><span id="more-57"></span></p>
<p>Pada hari yang maha dahsyat itu, tak ada yang dapat menolong kita selain diri dan amal kita sendiri, yang akan mengantarkan kita pada Ridho dan Ampunan Allah SWT. Sebab pada hari itu keadilan benar-benar akan ditegakkan dan tak seorangpun yang akan terzalimi meski seberat biji Dzarrah (QS: Az-Zalzalah: 6-7). Karenanya tidak heran jika kelak, setiap kita akan berlepas diri dari siapa saja di dunia ini yang teramat kita cintai. Sebab, pada hari itu tidak akan bermanfaat lagi harta dan anak-anak kita, kecuali mereka yang mendatangi Allah dengan hati yang bersih. Saudara,  ibu, bapak, istri dan anak-anak kita akan terabaikan. Karena kita semua disibukkan oleh perkara kita masing-masing (QS : Abasa 34-38).</p>
<p>Saudara, tidak semua ego itu terlarang. &#8220;<em><strong>Ego</strong></em>&#8221; dalam urusan ukhrowi bahkan dianjurkan dalam islam. &#8220;<strong><em>Ego</em></strong>&#8221; terhadap akhirat yang membuat kita tamak, rakus, dan ngotot. Bukan karena berebut dunia, tapi karena kita selalu termotivasi untuk berkompetisi dalam berbuat baik. Seperti yang telah diteladankan Rasulullah SAW dan para sahabatnya, yang mengantarkan mereka menjadi <em>Khairu Ummah. </em>Itu juga yang menjelaskan, mengapa para sahabat selalu berkompetisi dalam segala urusan, &#8220;Besar&#8221; atau &#8220;Kecil&#8221;. Ego terhadap akhiratlah yang semestinya membuat kita <em>Kemaruk.. Wassalam.<br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahrilgunawan.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahrilgunawan.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahrilgunawan.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahrilgunawan.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahrilgunawan.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahrilgunawan.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahrilgunawan.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahrilgunawan.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahrilgunawan.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahrilgunawan.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahrilgunawan.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahrilgunawan.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahrilgunawan.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahrilgunawan.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahrilgunawan.wordpress.com&amp;blog=4120368&amp;post=57&amp;subd=sahrilgunawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahrilgunawan.wordpress.com/2008/12/22/renungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20406cc4aa20993f516fd5fc63006400?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">sahril</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbagi Cerita Tentang Negeri sakura</title>
		<link>http://sahrilgunawan.wordpress.com/2008/08/14/berbagi-cerita-tentang-negeri-sakura/</link>
		<comments>http://sahrilgunawan.wordpress.com/2008/08/14/berbagi-cerita-tentang-negeri-sakura/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 08:18:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahril</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahrilgunawan.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Etos Kerja Orang Jepang T ulisan ini tidak bertutur tentang legenda Bangsa Samurai dahulu kala; namun berkisah tentang Jepang saat ini. Dongeng di sini berarti sesuatu yang mengherankan bila disandingkan dengan kondisi keseharian di tanah air. Meski Jepang bukanlah negeri dongeng yang sempurna, ada nilai-nilai kebaikan universal terealisir yang menarik untuk disimak dan diaplikasikan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahrilgunawan.wordpress.com&amp;blog=4120368&amp;post=21&amp;subd=sahrilgunawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="margin:21.4pt 0 auto;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span style="color:#50514d;">Etos Kerja Orang </span></span><span style="font-size:12pt;color:#85ac1e;font-family:&quot;">Jepang</span></h3>
<div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#ece9d8;padding:0 5.65pt;" align="left" valign="top">
<p style="vertical-align:baseline;text-indent:36pt;line-height:28.5pt;margin:0;"><span style="font-size:28.5pt;color:#707070;font-family:&quot;">T</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">ulisan ini tidak bertutur tentang legenda Bangsa Samurai dahulu kala; namun berkisah tentang Jepang saat ini. Dongeng di sini berarti sesuatu yang mengherankan bila disandingkan dengan kondisi keseharian di tanah air. Meski Jepang bukanlah negeri dongeng yang sempurna, ada nilai-nilai kebaikan universal terealisir yang menarik untuk disimak dan diaplikasikan di tanah air tercinta Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.</span></p>
<p><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;"><span id="more-21"></span></span></p>
<p><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Tulisan ini merupakan fragmentasi keseharian orang Indonesia ketika melaksanakan tugas belajar di Jepang. Duuuh kapan ya ke Jepaaaang????</span></p>
<h3 style="margin:21.4pt 0 auto;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span style="color:#50514d;">Kantor pemerintahan dan </span></span><span style="font-size:12pt;color:#85ac1e;font-family:&quot;">pelayanan publik</span></h3>
<p style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Anda pernah melihat sekelompok semut? Nah, begitulah kira-kira situasi kantor pemerintahan daerah di Jepang. Tidak ada &#8220;semut&#8221; yang diam termangu, apalagi membaca koran; seluruh karyawan kantor senantiasa bergerak, dari saat bel mulai kerja hingga pulang larut malam. </span></p>
<p style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Tak habis pikir, saya tatap dalam-dalam &#8220;semut-semut&#8221; yang sedang bekerja tersebut; kadang kala saya curi pandang: jangan &#8211; jangan mereka sedang ber-internet ria seperti kebiasaan saya di kampus. Ingin saya mengetahui makanan apa gerangan yang dikonsumsi para pegawai itu sehingga mereka sanggup berjam-jam duduk, berkonsentrasi, dan menatap monitor yang bentuknya tidak berubah tersebut. </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Tata ruang kantor khas Jepang: mulai pimpinan hingga staf teknis duduk pada satu ruangan yang sama &#8211; tanpa sekat; semua bisa melihat bahwa semuanya bekerja. Satu orang membaca koran, pasti akan ketahuan. Aksi yang bagi saya dramatis ini masih ditambah lagi dengan aksi lari-lari dari pimpinan ataupun staf dalam melayani masyarakat. </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Ya, mereka berlari dalam arti yang sesungguhnya dan ekspresi pelayanan yang sama seriusnya. Wajah mereka akan menatap anda dalam &#8211; dalam dengan pola serius utuh diselingi dengan senyuman. Saya hampir tak percaya dengan perkataan kawan saya yang mempelajari system pemerintahan Jepang, bahwa gaji mereka &#8211; para &#8220;semut&#8221; tersebut &#8211; tidak bisa dikatakan berlebihan. Sesuai dengan standard upah di Jepang. Yang saya baca di internet, mereka memiliki kebanggaan berprofesi sebagai <strong><em>abdi negara</em></strong>; kebanggaan yang menutupi penghasilan yang tidak berbeda dengan profesi yang lain. </span></p>
<p style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Menyandang status mahasiswa, saya mendapatkan banyak kemudahan dan fasilitas dari Pemerintah Jepang. Untuk mengurus berbagai keringanan tersebut, saya harus mendatangi kantor kecamatan (kuyakusho) atau walikota (shiyakusho) setempat. Beberapa dokumen harus diisi; khas Jepang: <strong><em>teliti namun tidak menyulitkan</em></strong>. Dalam berbagai kesempatan saya harus mengisi kolom semacam: apakah anda melakukan pekerjaan sambilan (arubaito = part time job), apakah anak anda tinggal bersama anda (untuk mengurus tunjangan anak), dsb. Dan dalam banyak hal, pertanyaan &#8211; pertanyaan tersebut cukup dijawab dengan lisan: ya atau tidak. Tidak perlu surat &#8211; surat pembuktian dari &#8220;RT, RW, Kelurahan&#8221; dsb. Saya percaya bahwa <strong><em>sistem yang baik selalu mensyaratkan kejujuran</em></strong>. </span></p>
<p style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Sistem berlandaskan kejujuran akan cepat maju dan meningkat, sekaligus sangat efisien. Mengetahui bahwasanya saya adalah orang asing yang kurang lancar berbahasa Jepang, saya mendapatkan &#8220;fasilitas&#8221; diantar kesana-kemari pada saat mengurus berbagai dokumen untuk mengajukan keringanan biaya melahirkan istri saya. Hal ini terjadi beberapa kali. Seorang senior saya pernah mengatakan, begitu anda masuk ke kantor pemerintahan di Jepang, maka semua urusan akan ada (dan harus ada) solusinya. Lain hari saya membaca prinsip &#8220;the biggest (service) for the small&#8221; yang kurang lebih bermakna pelayanan dan perhatian yang maksimal untuk orang &#8211; orang yang kurang beruntung. </span></p>
<p><strong><em><span style="font-size:10pt;color:#707070;font-family:&quot;">Pameo &#8220;kalau ada yang sulit, mengapa dipermudah&#8221; tidak saya jumpai di Jepang.</span></em></strong><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;"> Pada suatu urusan di kantor walikota (shiyakusho) saya diminta untuk menyerahkan surat pajak penghasilan. Saya mengatakan bahwa saya sudah pernah, di masa yang lalu, menyerahkan surat yang sama ke bagian lain di kantor tersebut. Saya sudah siap dan pasrah seandainya mereka menjawab bahwa saya harus mengurus kembali surat tersebut ke kantor kecamatan sebelum saya pindah ke kota ini. Agak tertegun sekaligus lega mendapat jawaban bahwa staf divisi tersebut akan mendatangi divisi lain tempat saya pernah menyerahkan dokumen pajak saya sekian bulan yang lalu. Dia akan mengkopinya dari sana. </span></p>
<p><strong><em><span style="font-size:10pt;color:#707070;font-family:&quot;">Ambil jalan yang mudah, namun tetap mengedepankan ketelitian. Itulah yang saya jumpai di Jepang. </span></em></strong></p>
<p><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Berstatus mahasiswa yang berkeluarga (baca: harus berhemat), kami sempat terkejut melihat tagihan listrik bulanan yang melonjak hingga 10 kali lipat. </span></p>
<p style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Setelah melakukan pengusutan sederhana, tahulah kami bahwa ada kesalahan pencatatan meter listrik oleh petugas. Sebuah kesalahan yang tidak umum di negeri ini. Segera saat itu pula saya telpon perusahaan listrik wilayah Kansai untuk mengkonfirmasikan kesalahan tersebut. Berkali &#8211; kali kata <strong><em>sumimasen </em></strong>(yang bisa pula berarti maaf) keluar dari mulut operator telepon. Saya menganggapnya sudah selesai, karena operator berjanji untuk segera melakukan tindak lanjut. Belum berapa lama meletakkan tas di laboratorium pagi itu, istri menelpon dari rumah perihal kedatangan petugas listrik untuk meminta maaf dan menarik slip tagihan. Setibanya di rumah malam harinya, baru tahulah saya bahwa yang datang bukanlah sekelas petugas lapangan (dari kartu nama yang ditinggalkannya) dan tahulah saya bahwa dia tidak sekedar meminta maaf, karena bingkisan berisi sabun dan shampo merk cukup terkenal menyertai kartu nama petugas tersebut. Saya hanya berharap, waktu itu, bahwa petugas pencatat yang keliru tidak akan bunuh diri. Karena </span><strong><em><span style="font-size:10pt;color:#707070;font-family:&quot;">kekeliruan dalam bekerja, secara umum, menyangkut kehormatan diri.</span></em></strong><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;"> </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Saya mengetahui dari sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja di Jepang akan sebuah paradigma &#8220;Bila anda datang ke kantor pada pukul 09.00 (jam resmi masuk kantor di Jepang) dan pulang pada pukul 17.00 (jam resmi pulang kantor di Jepang), maka atasan dan kawan &#8211; kawan anda akan mengatakan bahwa anda tidak memiliki niat bekerja&#8221;. Saya membuktikan pameo tersebut, karena setiap hari saya bersepeda melintasi kantor walikota (shiyakusho). Sebagian besar lampu di kantor itu masih menyala hingga pukul 20.00. Dan beberapa kali saya jumpai staf kantor tersebut memasuki stasiun kereta, juga sekitar pukul 20.00. Hal ini berarti, mereka semua memiliki niat bekerja &#8211; versi Jepang. </span></p>
<h3 style="margin:21.4pt 0 auto;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span style="color:#50514d;">Pasar, pertunjukan </span></span><span style="font-size:12pt;color:#85ac1e;font-family:&quot;">kejujuran</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span style="color:#50514d;"> dan perhatian</span></span></h3>
<p style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Suatu kali pernah kami membeli sebungkus buah &#8211; buahan dengan bandrol murah; favorit bagi kalangan mahasiswa asing seperti saya. Saya sudah mengetahui bahwa ada sedikit cacat (gores atau bekas benturan) pada permukaan beberapa buah &#8211; buahan &#8211; sesuai dengan harga murah yang disematkan padanya. Pada saat kami hendak membayar buah tersebut, penjual buah buru-buru menerangkan dan menunjuk-nunjuk kondisi sedikit cacat pada beberapa buah-buahan tersebut, dan kembali memastikan niat kami membeli nya. Sembari tersenyum, tentu saja kami mengatakan </span><strong><span style="font-size:10pt;color:#707070;font-family:&quot;">&#8220;daijoobu&#8221;</span></strong><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;"> (tidak apa-apa), karena kami sudah melihatnya dari awal. Beberapa kawan kami mengiyakan pada saat kami menceritakan kejadian yang bagi kami cukup mengherankan ini; ini berarti sikap jujur tersebut tidak dimonopoli oleh satu-dua pedagang. Mereka mengerti betul bahwa </span><strong><em><span style="font-size:10pt;color:#707070;font-family:&quot;">kejujuran adalah prasyarat utama keberhasilan dalam berdagang. </span></em></strong><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Tidak perlu meraup untung sesaat dalam jumlah besar, bila nantinya akan kehilangan pelanggan. </span></p>
<p style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Hingga hari ini, pada saat bertransaksi di kasir, kami selalu menerima uang kembalian dalam jumlah yang utuh &#8211; sesuai dengan yang tertera pada slip pembayaran. Tidak kurang, meski hanya satu yen (mata uang terkecil di Jepang). Tidak ada &#8220;pemaksaan&#8221; untuk menerima permen sebagai pengganti nominal tertentu. Selain kagum dengan praktek berdagang yang baik ini, kami sekaligus kagum dengan sistem perbankan Jepang yang mampu menyediakan uang recehan untuk pedagang dan vending machine (mesin penjual otomatis) di se-antero Jepang. Meski bagi sebagian kalangan, uang kembalian terlihat &#8220;sepele&#8221;; hal ini bisa menyebabkan ketidakikhlasan pembeli terhadap transaksi jual-beli . </span></p>
<p style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Istri saya selalu berbelanja bersama anak-anak; dan karena &#8220;keriangan&#8221; anak-anak, pada beberapa kasus, pak telur atau buah &#8211; buahan bisa meluncur ke lantai. Dua kali terjadi beberapa telur dalam satu pak pecah akibat keriangan anak-anak, dan satu kali melibatkan buah yang mudah penyok. Pada semua kejadian tersebut, petugas supermarket melihat dan segera mengganti barang &#8211; barang tersebut dengan yang baru. Padahal kami datang dengan wajah lelah dan pasrah untuk membayarnya, karena kami menyadari benar bahwa ini adalah kelalaian kami. Bahkan pada satu kasus, barang tersebut sudah dibayar istri saya. Pada saat kami menerangkan bahwa ini semua ketidaksengajaan anak &#8211; anak kami, dengan ramah petugas supermarket menyahut </span><strong><span style="font-size:10pt;color:#707070;font-family:&quot;">&#8220;daijoobu yo&#8221;</span></strong><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;"> (tidak apa-apa). </span></p>
<p style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Pada saat berkesempatan mengunjungi sebuah negara lain di Asia untuk sebuah konferensi, saya baru menyadari keramahtamahan petugas supermarket di Jepang. Di Jepang, bila anda menanyakan keberadaan sebuah barang, maka petugas tidak sekedar memberi arah petunjuk pada anda, namun dia akan mengantarkan anda hingga berjumpa dengan barang yang dicari; dan petugas baru akan meninggalkan anda setelah memastikan bahwa </span><strong><em><span style="font-size:10pt;color:#707070;font-family:&quot;">everything is ok</span></em></strong><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">. Hal ini tidak berarti bahwa jumlah petugas supermarket di Jepang demikian banyaknya hingga mereka berkesempatan jalan-jalan di dalam supermarket yang sangat besar; justru sebaliknya, jumlah petugas selalu sesuai benar dengan kebutuhan, dan mereka selalu bergerak &#8211; seperti semut. Di sebuah toko elektronik, seorang petugas yang menjelaskan spesifikasi komputer yang anda tanyai adalah juga kasir tempat anda membayar serta petugas yang melakukan packing akhir terhadap komputer yang anda beli . </span></p>
<h3 style="margin:21.4pt 0 auto;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;"><span style="color:#50514d;">Polisi, sistem yang bekerja dan </span></span><span style="color:#85ac1e;font-family:&quot;">melindungi</span></span></h3>
<p style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Kami sempat terheran &#8211; heran manakala pertama menginjakkan kaki di Kobe demi melihat postur polisi dan kendaraannya yang tidak lebih gagah dibandingkan dengan petugas pos di Indonesia . Benar, ini bukan metafora. Memang ada pula polisi di tingkat prefecture (propinsi) yang gagah mengendarai motor besar bak <strong><em>Chip -</em></strong> ini jumlahnya sedikit. Namun polisi kota besar seukuran Kobe &#8211; salah satu kota metropolis di Jepang, posturnya tidak segagah polisi yang sering saya jumpai di jalan-jalan Republik. Anda tentu menganggap saya sedang bergurau bila saya mengatakan bahwa motor polisi di Kota <strong>Kobe</strong><strong> </strong>dan <strong>Ashiya</strong> serupa benar dengan bebek terbang tahun 70-an. Saya tidak bergurau. Ini Kobe dan Ashiya, dua kota di negara macan ekonomi dunia. Bebek terbang tersebut dilengkapi dengan boks besi di bagian belakang &#8211; mirip dengan petugas pengantaran barang kiriman. Namun, sekali bapak atau mbak polisi ini menghentikan kendaraan, tidak pernah saya melihat ada diantaranya yang berusaha lari. Tidak ada gunanya lari di negara dengan </span><strong><em><span style="font-size:10pt;color:#707070;font-family:&quot;">sistem network</span></em></strong><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;"> yang sangat baik ini. Ke mana pun anda lari, kesitu pula polisi dengan uniform yang serupa akan menghampiri anda. Pelan namun pasti. Saya akhirnya mafhum, bahwa polisi di sini lebih pada fungsi </span><strong><em><span style="font-size:10pt;color:#707070;font-family:&quot;">kontrol dan pengambilan keputusan (decision maker)</span></em></strong><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;"> &#8211; kedua fungsi ini memang tidak mensyaratkan badan yang harus berotot dan berisi. Tak heran saya melihat mas &#8211; mas polisi muda berkacamata melakukan patroli dengan bebek terbangnya. Mereka hanya perlu melihat, mengawasi, dan mengambil keputusan. Selebihnya, sistem yang akan bekerja. </span></p>
<h3 style="margin:21.4pt 0 auto;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span style="color:#50514d;">Lingkungan hidup dan </span></span><span style="font-size:12pt;color:#85ac1e;font-family:&quot;">transportasi</span></h3>
<h3 style="line-height:150%;text-align:justify;margin:21.4pt 0 auto;"><span style="color:#50514d;"><span style="font-weight:normal;font-size:8pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Jepang bukanlah negara dengan penduduk kecil. Populasi negara ini hampir separuh populasi Republik tercinta. Di sisi lain, wilayah negara ini didominasi oleh pegunungan yang sulit untuk dihuni. Pegunungan yang tetap hijau, membuat saya menduga bahwa Pemerintah Jepang memang sengaja membiarkan kehijauan melekat pada daerah pegunungan tersebut. <em>Tokyo</em><em> </em>adalah kota besar dengan jumlah penduduk terbesar se-dunia, mengalahkan <em>New York</em> dan berbagai kota besar di mancanegara. Besarnya penduduk, sempitnya dataran yang bisa dihuni, dan tingginya tingkat ekonomi mensiratkan dua hal: kerapian dan kebersihan. Anda akan sangat kesulitan menjumpai sampah <em>anthrophogenik</em> (akibat aktivitas manusia) di jalan- jalan di Jepang. Kemana mata anda memandang, maka kesitulah anda akan tertumbuk pada situasi yang bersih dan rapi. Orang Jepang meletakkan sepatu /alas kaki dengan tangan, bukan dengan kaki ataupun dilempar begitu saja. Mereka menyadari bahwa ruang (space) yang mereka miliki tidak luas, sehingga semuanya harus rapi dan tertata. Sepatu dan alas kaki diletakkan dengan posisi yang siap untuk digunakan pada saat kita keluar ruangan. Hal ini sesuai dengan karakteristik mereka yang senantiasa <em>well-prepared</em> dalam berbagai hal. Kadang saya menjumpai kondisi yang ekstrim; seorang pasien yang sedang menunggu giliran di depan saya berbicara dan menggerakkan anggota tubuhnya sendiri. Saya tahu bahwa ruang periksa di hadapan kami bukan ditempati <em>psikiater </em>ataupun <span style="text-decoration:underline;">neurophysicist.</span> Belakangan saya tahu dari kawan yang belajar di bidang kedokteran, boleh jadi pasien tersebut sedang mempersiapkan dialog dengan dokternya</span><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:8pt;line-height:150%;">. </span></span></span></h3>
<p style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Transportasi di Jepang didominasi oleh angkutan publik, baik bus, kereta (lokal, ekspres, super ekspres), <strong><em>shinkansen</em></strong>, (Kereta api bawah tanah) dan pesawat terbang (antar wilayah). Baiknya sistem dan sarana transportasi di Jepang membuat anda tidak perlu berkeinginan untuk memiliki kendaraan sendiri &#8211; kecuali bila anda tinggal di country-side yang tidak memiliki banyak alat transportasi umum. Kereta dan shinkansen (kereta antar kota super ekspres) mendominasi model transportasi di Jepang. Sebuah sumber yang saya ingat menyebutkan bahwa kepadatan lalu lintas kereta di Jepang adalah yang tertinggi di dunia. Di Jepang, kereta dan <strong><em>shinkansen</em></strong> digerakkan menggunakan listrik. Hal ini tidak menyebabkan polusi udara di perkotaan, karena listrik diproduksi terpusat. PLTN sebagai salah satu sumber pemasok utama energi listrik di Jepang, tentu saja, juga berkontribusi pada rendahnya polusi udara karena, praktis PLTN tidak mengemisikan CO2. </span></p>
<p style="text-indent:36pt;"><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Nasehat &#8220;tengoklah dulu kiri dan kanan sebelum menyeberang jalan&#8221; mungkin tidak penting untuk diterapkan bila anda menyeberang di tempat yang telah disediakan di Jepang. Anda cukup menunggu lambang pejalan kaki berubah warna menjadi hijau; Insya Allah anda akan selamat sampai ke seberang &#8211; tanpa perlu menengok kiri dan kanan. Saat berkesempatan mengunjungi kota besar lain di Asia, kebiasaan menyeberang ala Jepang sempat membuat saya hampir terserempet motor; lampu hijau saja ternyata tidaklah cukup di kota ini. </span></p>
<h3 style="margin:21.4pt 0 auto;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;"><span style="color:#50514d;">Kesehatan dan </span></span><span style="color:#85ac1e;font-family:&quot;">rumah sakit</span></span></h3>
<p style="margin-left:126pt;"><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Jepang mengerti benar bahwa <strong><em>orang-orang yang sehatlah yang lebih mampu memajukan bangsa dan negaranya</em></strong>. Mahasiswa di tempat saya belajar, Kobe University , wajib melakukan pemeriksaan kesehatan <strong><em>(gratis)</em></strong> setahun sekali. Fasilitas kesehatan di Jepang mendapat perhatian yang tinggi dari pemerintah. Sebagai orang asing, mahasiswa pula, kami dianjurkan untuk mengikuti program asuransi nasional. Dengan mengikuti program ini, kami hanya perlu membayar 30% dari biaya berobat. </span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#ece9d8;">
<div class="shape" style="padding:4.35pt 7.95pt;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<p><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Dari yang 30% tersebut, sebagai mahasiswa asing, saya akan mendapatkan tambahan potongan sebesar 80% (yang belakangan turun menjadi 35%) dari Kementrian Pendidikan Jepang. Berstatuskan mahasiswa, kami membayar premi asuransi per-bulan yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan orang kebanyakan. Dari laporan rutin yang dikirimkan oleh pihak asuransi kepada kami, tahulah saya bahwa ongkos berobat kami selalu (jauh) lebih besar dari premi asuransi yang saya bayarkan setiap bulannya. Berbekal kartu asuransi nasional, datang ke rumah sakit ataupun ke klinik swasta bukan lagi menjadi hal yang menakutkan bagi keluarga kami di Jepang. Jangan membayangkan bahwa pihak rumah sakit atau klinik swasta akan memberikan perlakuan yang berbeda kepada para pemegang kartu asuransi &#8211; apalagi untuk kami yang mendapatkan kartu tambahan khusus keluarga tidak mampu. Para dokter dan perawat melayani dengan keramahan yang tidak berkurang serta prosedur yang sama sederhananya</span><strong><em><span style="font-size:10pt;color:#707070;font-family:&quot;">. Keramahan di sini berarti keramahan yang sebenar &#8211; benarnya. Baik anda kaya ataupun miskin, proses masuk dan keluar dari rumah sakit di Jepang adalah sama mudahnya. </span></em></strong></p>
<p><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Saat istri melahirkan di rumah sakit pemerintah di Ashiya, saya disodori formulir yang berisi opsi pembayaran: tunai, lewat bank, dll. Tidak menjadi sebuah keharusan bagi seorang pasien untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran di hari dia harus keluar dari rumah sakit. Kami mendapatkan keringanan biaya melahirkan dari Pemerintah Kota Ashiya; selain bisa melenggang dari rumah sakit tanpa bayar pada hari itu, tagihan dari Kantor Walikota (setelah dipotong subsidi dari pemerintah) juga baru datang dua bulan kemudian. </span></p>
<p><strong><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;">Saling percaya adalah kuncinya.</span></strong><span style="font-size:8pt;color:#707070;font-family:&quot;"> </span></p>
<p><span style="color:#707070;">Sumber : <em>Sungai Baru.Com</em></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sahrilgunawan.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sahrilgunawan.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahrilgunawan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahrilgunawan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahrilgunawan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahrilgunawan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahrilgunawan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahrilgunawan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahrilgunawan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahrilgunawan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahrilgunawan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahrilgunawan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahrilgunawan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahrilgunawan.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahrilgunawan.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahrilgunawan.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahrilgunawan.wordpress.com&amp;blog=4120368&amp;post=21&amp;subd=sahrilgunawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahrilgunawan.wordpress.com/2008/08/14/berbagi-cerita-tentang-negeri-sakura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20406cc4aa20993f516fd5fc63006400?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">sahril</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Bahase Enggris</title>
		<link>http://sahrilgunawan.wordpress.com/2008/07/23/belajer-bahase-enggris/</link>
		<comments>http://sahrilgunawan.wordpress.com/2008/07/23/belajer-bahase-enggris/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 05:06:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahril</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serambi Santai]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahrilgunawan.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Kalo ente ade gejale bahase enggris model bawah ni, jangan sepelekan, segera hubungi bengkel bahase Enggris di Pondok Labu, Pusdiklat Bahasa Badiklat Dephan, dijamin ente puas&#8230;che ile promosi ne yeee&#8230;.ni die gejalenye&#8230;.. &#62;Dogh yu spik inglis wel, ai bet yu difikul andesten dis (D.O. setelah &#62;belajar 1 minggu BAHASA INGGRIS) &#62; &#62; &#62;      [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahrilgunawan.wordpress.com&amp;blog=4120368&amp;post=14&amp;subd=sahrilgunawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo ente ade gejale bahase enggris model bawah ni, jangan sepelekan, segera hubungi bengkel bahase Enggris di Pondok Labu, <em><strong>Pusdiklat Bahasa Badiklat Dephan</strong></em>, dijamin ente puas&#8230;che ile promosi ne yeee&#8230;.ni die gejalenye&#8230;..</p>
<p><span id="more-14"></span></p>
<p>&gt;Dogh yu spik inglis wel, ai bet yu difikul andesten dis (D.O. setelah<br />
&gt;belajar 1 minggu BAHASA <span class="yshortcuts" style="background:none transparent scroll repeat 0 0;cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">INGGRIS</span>)<br />
&gt;<br />
&gt;<br />
&gt;                                  PART ONE<br />
&gt;<br />
&gt;<br />
&gt;  Ane  kaget  banget  kemaren  ini pas lewat di depannye kelurahan,<br />
ngebace<br />
&gt;  spanduk nyang isinye:<br />
&gt;<br />
&gt;<br />
&gt;  SAVE THE COUNTRY, HANG TNI &#8230; SAVE THE PEOPLE, HANG POLRI<br />
&gt;<br />
&gt;<br />
&gt;  Usut punye usut, ternyate nyang dimaksud ialah:<br />
&gt;<br />
&gt;<br />
&gt;  &#8220;Keselametan  negare,  tergantung  TNI &#8230; keselametan rakyat,<br />
tergantung<br />
&gt;  POLRI&#8221;<br />
&gt;<br />
&gt;<br />
&gt;  Bujubuneng  &#8230;,  rupenye si Lurah baru ikutan kursus bahase Inggris<br />
tapi<br />
&gt;  udah nekat buat tampil &#8230;<br />
&gt;<br />
&gt;<br />
&gt;                                  PART TWO<br />
&gt;<br />
&gt;<br />
&gt;  Seorang  supir  lagi  nyetirin  boss  bule  Amrik,  kebetulan  lagi<br />
sial.<br />
&gt;  Mobilnya  nyodok  kendaraan  di depannya karena mendadak berhenti.<br />
Dengan<br />
&gt;  terbata2 ia minta maaf kepada si boss:<br />
&gt;<br />
&gt;<br />
&gt;  Supir:  Sorry  Sir, I brake brake, do not eat. After I check the wheel<br />
no<br />
&gt;  flower again. (maaf Tuan, saya rem2 nggak makan, setelah saya cek<br />
rodanya<br />
&gt;  nggak ada kembangannya lagi)<br />
&gt;<br />
&gt;<br />
&gt;  Begitu si Boss mau ikutan ribut sama yg ditabrak, dia bilang:<br />
&gt;<br />
&gt;<br />
&gt;  Supir:  Don&#8217;t  follow  mix,  Sir!  The bring that car if not wrong is<br />
the<br />
&gt;  children  fruit  from  manager  moneys,  he stupid doesn&#8217;t play! Let<br />
know<br />
&gt;  taste. (nggak usah ikut campur, Pak! Yang bawa mobil itu kalo nggak<br />
salah<br />
&gt;  anak  buah dari manajer keuangan, dia memang goblok bukan main! Biar<br />
tahu<br />
&gt;  rasa)<br />
&gt;<br />
&gt;<br />
&gt;  Besoknya  si  supir  gak masuk kerja, terus pas lusanya dia masuk si<br />
boss<br />
&gt;  bule nanya:<br />
&gt;<br />
&gt;<br />
&gt;  Bule : Why didn&#8217;t you come to work?<br />
&gt;<br />
&gt;<br />
&gt;  Supir  :  I  am  sorry boss, my body is not delicious, my body taste<br />
like<br />
&gt;  enter  the  wind.  (maaf  boss, badan saya tidak enak, badan saya<br />
rasanya<br />
&gt;  seperti masuk angin)<br />
&gt;<br />
&gt;&#8221;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sahrilgunawan.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sahrilgunawan.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahrilgunawan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahrilgunawan.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahrilgunawan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahrilgunawan.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahrilgunawan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahrilgunawan.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahrilgunawan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahrilgunawan.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahrilgunawan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahrilgunawan.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahrilgunawan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahrilgunawan.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahrilgunawan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahrilgunawan.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahrilgunawan.wordpress.com&amp;blog=4120368&amp;post=14&amp;subd=sahrilgunawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahrilgunawan.wordpress.com/2008/07/23/belajer-bahase-enggris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20406cc4aa20993f516fd5fc63006400?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">sahril</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PUSIKAM</title>
		<link>http://sahrilgunawan.wordpress.com/2008/07/08/pusikam/</link>
		<comments>http://sahrilgunawan.wordpress.com/2008/07/08/pusikam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 04:59:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahril</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wise Word]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahrilgunawan.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Pusikam anjak pekon sai jauh di khimba Sumatera Selatan tepat ne Lampung, khatong mit Jakarta haga nyepok puguaian khek masa depan si lebih helau&#8230;mak ngedok hulun tuha puakhi sakaturunan si dacok nulung kacuali Allah khek Indai Kanca  sai betik hati di ipa pun jenganan ne&#8230;&#8230;.Lapah kham jejama papekheda ngengokko kik wat kekeliruan, satulungan, sebabangan khek setawitan sampai tujuan kham nyampai&#8230;..Engok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahrilgunawan.wordpress.com&amp;blog=4120368&amp;post=8&amp;subd=sahrilgunawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pusikam anjak pekon sai jauh di khimba Sumatera Selatan tepat ne <em><strong>Lampung</strong></em>, khatong mit Jakarta haga nyepok puguaian khek masa depan si lebih helau&#8230;mak ngedok hulun tuha puakhi sakaturunan si dacok nulung kacuali <em><strong>Allah </strong></em>khek <em><strong>Indai Kanca</strong></em>  sai betik hati di ipa pun jenganan ne&#8230;&#8230;.Lapah kham jejama papekheda ngengokko kik wat kekeliruan, satulungan, sebabangan khek setawitan sampai tujuan kham nyampai&#8230;..<strong>Engok</strong> kham hokhek sementara khek api si wat ganta lain bak kham tapi titipan gaoh anjak Tuhan&#8230;..</p>
<p>Wassalam&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sahrilgunawan.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sahrilgunawan.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahrilgunawan.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahrilgunawan.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahrilgunawan.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahrilgunawan.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahrilgunawan.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahrilgunawan.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahrilgunawan.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahrilgunawan.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahrilgunawan.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahrilgunawan.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahrilgunawan.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahrilgunawan.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahrilgunawan.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahrilgunawan.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahrilgunawan.wordpress.com&amp;blog=4120368&amp;post=8&amp;subd=sahrilgunawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahrilgunawan.wordpress.com/2008/07/08/pusikam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20406cc4aa20993f516fd5fc63006400?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">sahril</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yokoso</title>
		<link>http://sahrilgunawan.wordpress.com/2008/07/02/hello-world/</link>
		<comments>http://sahrilgunawan.wordpress.com/2008/07/02/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 01:54:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahril</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[はじめまして 私は　サーリル　グナワン　と申します 陸軍　です。 ランプン　から　きました どうぞ　よろしく　おねがい　いたします。<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahrilgunawan.wordpress.com&amp;blog=4120368&amp;post=1&amp;subd=sahrilgunawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>はじめまして<a href="http://sahrilgunawan.files.wordpress.com/2008/08/ojigi-3.jpg"><img class="size-medium wp-image-28 alignleft" src="http://sahrilgunawan.files.wordpress.com/2008/08/ojigi-3.jpg?w=91&#038;h=91" alt="" width="91" height="91" /></a></p>
<p>私は　サーリル　グナワン　と申します<span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p>陸軍　です。</p>
<p>ランプン　から　きました</p>
<p>どうぞ　よろしく　おねがい　いたします。</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sahrilgunawan.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sahrilgunawan.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahrilgunawan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahrilgunawan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahrilgunawan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahrilgunawan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahrilgunawan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahrilgunawan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahrilgunawan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahrilgunawan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahrilgunawan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahrilgunawan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahrilgunawan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahrilgunawan.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahrilgunawan.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahrilgunawan.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahrilgunawan.wordpress.com&amp;blog=4120368&amp;post=1&amp;subd=sahrilgunawan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahrilgunawan.wordpress.com/2008/07/02/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20406cc4aa20993f516fd5fc63006400?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">sahril</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sahrilgunawan.files.wordpress.com/2008/08/ojigi-3.jpg?w=101" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
